Seperti sudah kita tau semua kalau komik trilogi Setan Jalanan ada
kelanjutannya, dan proses perampungannya sedang dikerjakan oleh si kreatornya
sendiri, Franki Indrasmoro, sebagai produser dan editor, bersama rekan penulisnya,
Rama Reksoprodjo, dan juga Dody Eka yang bertindak sebagai juru gambar.

Kali ini, sambil menunggu update selanjutnya, kita sedikit kilas balik aja dulu
ke dua halaman di babak klimaks buku ketiga Setan Jalanan. Kamu udah baca, kan?
Kalau belum, silakan kamu pesan langsung melalui FrankStore melalui teks SMS
atau WhatsApp ke nomor 085715471197.

Jadi, menurut Mas Franki (alias Pepeng) yang juga pada saat itu ikut terjun ke
penulisan naskah dan storyboard-nya, adegan dalam halaman ini adalah salah dua
dari sekian adegan favoritnya. Monolog Jarot di situ merupakan uneg-uneg yang
Mas Pepeng rasakan selama ini, apabila membicarakan tentang pembangunan tak
merata di Indonesia dan sentralisasi Jakarta.

“Kan kita udah tau ya, kalo pembangunan di negara ini tuh nggak bener,”
ungkap Pepeng. “Semua ada hasil dari tangan Orde Baru yang selalu menjadikan
Jakarta sebagai pusat atas segalanya. Ini sangat nggak menguntungkan posisi
Indonesia, terutama dari sisi pertahanan dan keamanan. Karena itu gue sengajain
aja tulis uneg-uneg gue soal ini ke dalam komik, melalui dialog si Jarot.”

Bagi Pepeng yang juga penulis lagu, menuangkan segala gelisah urusan
sosialnya melalui karya-karya tulisnya adalah salah satu fungsinya sebagai seniman
untuk mengajak publik turut berpikir.

Di dalam komik trilogi Setan Jalanan banyak sekali kita bisa temukan
berbagai sindiran Pepeng yang kadang sedikit sarkas mengenai kondisi di
Indonesia.

“Masyarakat yang malas antre, fasilitas umum yang sering rusak. Ini adalah
salah satu sisi kearifan lokal dari negara kita,” ujarnya disusul tawa. “Semua gue
angkat di komik Setan Jalanan, termasuk juga di buku keempatnya yang sedang
dikerjakan ini.”

Apakah jadwal terbit Setan Jalanan buku keempat masih tetap di jalurnya?

“Masih. Insya Allah pertengahan 2020 nanti buku keempat Setan Jalanan
akan dirilis. Kami cari dulu momen yang tepat. Bakal ada sekitar dua ratusan
halaman di buku keempat nanti. Siap-siap aja,” jelas Pepeng menutup sesi
wawancara.